Pernahkah kawan merasakan sakit mendalam dihati?
Yang saya maksud tentang perasaan yang menyakitkan terjadi saat kau merasa yakin memiliki orang yang tepat menjadi teman hidupmu, lalu seketika kau menerima realitas bahwa keyakinanmu perlu dipertanyakan lagi.
Kata-kata pada paragraf diatas begitu rumit untuk dipahami bagi sebagian kita.
Begini ilustrasinya, apa yang kau rasakan juga yang harus kau lakukan tatkala belahan jiwamu, isteri tercintamu ternyata memiliki kerinduan kepada orang lain selain kita sendiri yang katanya kitalah satu-satunya sumber kebahagiaan. Sementara kita juga merasakan dialah hidup kita separuh nafas bahkan nyawa kita?
Ini bukan tentang kerinduan biasa kawan, ini adalah kerinduan yang sama ketika dia dulu merindukanku ketika masih pacaran.
Aku melihat dari bahasa tubuhnya yang galau ketika aku pergoki menerima telpon dari seseorang, bahkan ketika aku membatasinya menggunakan Hp, dia seperti kebingungan. Berbagai usaha dia lakukan untuk melakukan kontak rahasia, seperti melalui YM atau apapun media yang dalam ekspektasinya dapat melakukan hubungan rahasia tanpa sepengetahuan suaminya sendiri.
Apakah aku berlebihan?
Coba simak ilustrasi hasil privat message yang dilakukannya kepada seseorang sbb:
Isteriku punya kebiasaan nelpon di suatu ruangan seperti gudang namun disitu ada tempat bersantai dan cenderung tersembunyi dan gelap. Terlepas dari kepada siapa saja dia melakukan telpon namun ruangan itu merupakan tempat favoritnya.
Coba bayangkan apa yang kawan rasakan ketika menemui hal ini dalam privat message isterimu?
Bukankah pembicaraan ini sudah sangat intim? Coba simak ilustrasi berikutnya:
Di private message isteriku aku temui hal berikut, bukankah hal ini sebagai indikasi kalau dia sangat menginginkan lelaki lain diseberang sana?
Memang hal ini sudah kami bicarakan dengan baik-baik pada isteriku. Tetapi malah aku yang ditohok bahwa percayakah aku padanya, karena selama ini isteriku tak pernah selingkuh.
Dan yang membuat aku kadang tidak nyaman lagi memiliki perasaan pada isteriku adalah dia samasekali tidak mengakui kalau hal itu perbuatannya.
Bahkan dia sudah bersumpah kalau dia berbohong sebagai imbalannya maka kami akan bercerai.
Bukan sumpah yang main-main.
Justeru dengan keteguhan isteriku bahwa dia tidak melakukan semua private message itu mebuat aku ragu dengan komitmennya pada hubungan ini.
Trus kalau ada diantara kita yang mengatakan kalau hal tersebut hanya bercanda, bagaimana dengan ilustrasi berikut?
Maksudnya kalau mereka jadi menikah nanti? Sementara aku tak pernah memukulnya.
Memang aku punya salah padanya, pernah memakinya dengan kata kasar seperti "ANJING!" padanya, tapi perbuatan ini tak layak dia lakukan padaku.
Aku sudah berusaha untuk melupakannya, apalagi ketika isteriku kembali bersikap mesra padaku dan kembali bermanja-manja seperti diawal-awal pernikahan.
Namun sering juga kulihat raut wajahnya kerap berubah sewaktu-waktu, sudah mulai enggan diajak bercinta, bahkan pada waktu tidur dia mengigau dengan meanggil-manggil kekasih gelapnya itu.
Aku menerima kalau dia memiliki kebahagiaan pada orang tersebut, aku rela melepasnya walau rasa sakit yang sangat ngilu dihati, namun bila dia bahagia, itu haknya....
Mudah-mudahan aku dapat melewati semua ini dengan baik, semoga ini hanya badai yang mampu kutanggulangi agar bahtera tidak karam... Semoga!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar