Kamis, 04 April 2013
Antara Cinta Mati Biniku dan Cinta Pasti Diriku
Pernahkah denger lagu "Cinta Mati" Agnes Monica? Pernahlah!
Tapi pernah gak ada seorang wanita secantik dan sekeren Agnes Monica menyanyikan lagu itu untukmu?
Samalah denganku kita punya mimpi yang sama.
Tapi kurasa masih lebih beruntung aku dari ente semua, karena masih ada wanita yang cintanya mirip ame lagu Agnes masih betah aja mendampingiku jadi bini.
Cintaku sedalam samudra Setinggi langit di angkasa Kepadamu
Cintaku sebesar dunia Seluas jagad raya ini Kepadamu oh Kepadamu
Cintaku sedalam samudra Setinggi langit di angkasa Kepadamu
Cintaku sebesar dunia Seluas jagad raya ini Kepadamu oh Kepadamu
Kalo aku sih percaya aja biniku menyanyikan lagu itu dari hatinya yang paling dalam untukku.
Walaupun aku sendiri gak pernah ngukur sedalam mana samudera itu setinggi apa langit itu, seluas apa jagad raya itu.
Taunya cinta dia samaku itu pokoknya top markotop deh..
Buktinya dia mau hidup ngegembel asal bersamaku terus, dia betah aja walau sering kubuat bersedih dan menangis, malah udah kusuruh pergi cari laki yang lebih kaya dan ganteng dia masih aja ngotot nungguin aku kaya kuntilanak nungguin pohon beringin.
Makanya kubilang tadi aku masih beruntung dari para pembaca semua, emang masih ada cewe mencintai lelakinya seperti lagu si Agnes itu? Kecuali adanya di alam mimpi.
Walaupun ya esensi cinta mati seperti dalam lagunya si Agnes itu masih jauh dari penjabaran apa sebenarnya cinta mati itu. Yang dia sampaikan cuma cintanya itu kebangetan.
Bayangin aja bagaimana dalamnya samudera digabung ama tingginya langit dan luasnya angkasa. Sampai detik ditemukannya 'partikel Tuhan' aja masih belum terukur pasti luasnya jagad raya.
Kalau dari pemahamanku lagu si Agnes itu mirip dengan cintanya biniku padaku.
Begini ilustrasinya.
Seorang perempuan yang punya potensi besar untuk hidup mewah dan bermartabat mau menggembel demi memilikiku.
Walaupun dia minta samaku untuk setia. kontolku hanya untuknya, waktuku tidak boleh dihabiskan untuk kesenanganku sendiri, keberadaanku dimanapun haruslah demi kepentingan bersama.
Benang merahnya apa?
Cintanya memang besar sekali untukku, tapi haganya itu.
Aku sebagai objek yang dicintai dengan cinta sebesar lagu si Agnes itu harus menggadaikan kebebasanku, perasaan-perasaanku, bahkan mimpi-mimpiku.
Trus kalo aku balik bertanya pada ente semua masih adakah laki-laki yang mau melakukan itu semua untuk seorang wanita?
Untuk para wanita jangan ikut-ikutan ngimpi ya?
Karena cuma ada satu laki-laki yang kaya begitu yaitu aku.
Pastinya banyak laki-laki yang mencibir bahkan menertawai kebodohanku ini. Iya bodoh sebab kaum lelaki memiliki semboyan "gini-gini kita ini laki-laki loh!" entah apapun artinya.
Terus konsekuensi apa yang kudapat dengan harga kebebasan, plus kehidupan bahkan mimpi-mimpi demi seorang wanita?
Itulah cinta.
Ya cinta dengan versiku, beda dengan versi biniku apalagi si Agnes.
Jadi artinya cintaku tidak sedalam samudera, setinggi langit diangkasa dan seluas jagad raya?
Betul.
Cintaku punya harga pasti. Cintaku dua kali lipat besarnya dari itu semua.
Wah bagaimana pula itu ya?
Begini.
Jangan ditanya sebesar apa cintaku. Memangnya apalagi yang lebih besa dan berharga daripada sebuah kebebasan, dari usia yang hanya dihabiskan hanya untuk seseorang dan bahkan apalagi yang lebih besar selain mimpi-mimpi yang di Ctrl-Alt-Del?
Jadi sekarang jiwaku bahkan sudah kugadaikan untuknya, hidupku adalah miliknya dan aku tak punya lagi kebebasan. Juga yang paling manusiawi adalah bahkan aku tak lagi harus mementingkan perasaan-perasaanku sendiri. Semuanya sudah disimpan dalam berangkas biniku.
Jadi deal?
Yang lebih mengejutkan adalah tidak cuma deal, aku menyertakan bonus. Semua itu harganya gratis, totally free.
Aku tidak lagi menghitung harga apa yang harus dibayar perempuanku demi itu semua. Cintaku sudah pasti sudah absolut.
Apa yang terjadi bila biniku membohongiku, mencurigaiku, menyakitiku, bahkan mengkhianatiku?
Jangan harap cintaku berkurang untuknya.
Yang pasti salah dan benar perbuatan isteriku padaku, bahagia dan perih yang diberikannya untukku, kehinanaan dan kehormatan yang dia sematkan padaku tidak membuat kualitas cintaku berubah.
Andaikan hal terburuk yang dilakukannya seperti pengkhianatan, seperti perselingkuhan misalnya. Bukankah yang dilakukannya demi kesenangan dan kebahagiaannya. Dan apakah aku harus mengurangi rasa cintaku sementara perempuanku menjadi bahagia dengan perlakuannya itu?
Bukankah mencintai seseorang itu salah satu implementasi yang paling nyata adalah ikut merasakan bahagia ketika dia juga bahagia.
Namun bila dia sudah berani melakukan itu, cabutlah dirimu dari kehidupannya karena kau akan membatasi kebahagiaannya bila tetap bersamanya.
Tapi bila dia tetap ngotot ingin bersamamu kembali tapi masih doyan mengkhianatimu? Terimalah selama dia bahagia dengan itu.
Bagaimana dengan rasa sakit yang kita alami?
Kalau gitu jangan nyanyikan lagu si Agnes!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar