Sabtu, 30 Maret 2013

Hai! Orang-orang yang Bersalah....


Hampir setahun blog ini aku privat, hari ini aku ingin mempublisnya lagi. Entahlah aku sekarang ingin mencanangkan hari kemerdekaanku sendiri, ya hari ini.

Apa itu kemerdekaan?

Sebagai seorang laki-laki yang dulu merasa memiliki kemerdekaan, bagiku kemerdekaan itu adalah sewaktu kita melakukan kesalahan tidak ada ruang bagi orang lain untuk menghakimi dan pada saat kita melakukan keberhasilan tak ada tanggungjawab kita untuk terus begitu.

Memiliki kesalahan menurutku adalah konsekuensi sebagai manusia, begitu juga dalam hal kebaikan atau keberhasilan bukanlah hal luar biasa bagi orang yang mau berusaha.

Aneh betul ketika orang-orang pada umumnya begitu mudah menghakimi seseorang terhadap kesalahan yang dilakukan oranglain. Mungkin tindakan penghakiman pada suatu kesalahan orang lain adalah implementasi dari minimnya kebaikan yang dia miliki, sehingga tatkala ada suatu kesalahan yang terjadi pada diri orang lain kita bisa merasa menjadi orang yang lebih baik, setidaknya lebih baik dari si tersangka itu.



Padahal kesalahan dan kegagalan biasa terjadi pada manusia. Hanya tuhan saja yang tidak mempunyai kesalahan, itupun manusia sendiri yang bilang. Tuhan saja tidak pernah ngomong kalau dia juga punya salah, manusia saja yang sibuk menggunjingkannya.

Menurutku manusia berhak punya salah. Kalau punya kejahatan?

Jahat dan salah itu dua hal yang berbeda. Salah atau kesalahan adalah tindakan yang bisa dikoreksi, tapi jahat atau kejahatan itu adalah tindakan yang memiliki standar sendiri bagi para pelakunya. Mencopet itu bukanlah tindakan kejahatan bagi kalangan pencopet, standar ini tentu saja bertolak belakang dengan para pembaca, karena blog ini bukan didedikasikan untuk para pencopet.

Lantas apakah sebagai manusia kita pantas memiliki kejahatan? atau setidaknya memiliki sisi jahat?

Bagiku jahat atau tidaknya tindakan seseorang juga memiliki standarisasi penilaian yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang mana yang mau dipakai.

Sampai disini membahas tentang kejahatan, karena aku ingin memperjelas bahwa tulisan ini hanya membahas tentang kesalahan dan bukan tentang kejahatan.

Sebagaimana yang aku sebutkan tadi bahwa kesalahan adalah tindakan yang masih bisa dikoreksi, terserah mau pakai sudut pandang apa.

Memangnya didunia ini ada berapa banyak sudut pandang?

Oh banyak!

Ada sudut pandang dari isteri, sudut pandang dari isteri tetangga, ada sudut pandang mertua ada sudut pandang Rhoma Irama bahkan beda lagi kalau yang ditanya suhu Acai.

Lantas dengan begitu banyaknya sudut pandang akan banyaklah kesalahan yang dilakukan seseorang berdasarkan sudut pandang yang bermacam jenis itu?

Pusing amir?

Otak yang kita pakai khan otak sendiri, bukan hasil ngutang ame Bang Haji, isteri, ataupun si Marni.

Lakukanlah kesalahan hari ini dan tertawailah besoknya.

Itu saranku bukan saran bang Haji, kalau dia mah suka usil sama yang suka begadang dan anak gadis orang.

Sampai disini  dulu membahas tentang kesalahan dan kuanggap sudah khatam.

Sekarang tentang keberhasilan.

Tak jarang aku berpikir-pikir tentang apa rupanya kelebihanku, kecuali ganteng kalau  yang lain susah sekali aku menyadarinya.

Sebab tolak ukur dari kelebihan seseorang itu adalah hasil nyata yang telah diraihnya.

Seorang Mario Teguh adalah seorang motivator yang sukses, terlepas dari berhasil tidaknya dia memotivasi oranglain setidaknya dengan itu dia bisa kaya dan terkenal.

Anggun C Sasmi adalah seorang penyanyi Indonesia yang berhasil, kalau yang ini gak perlu lagi dijelaskan.

Bang Haji berhasil mencalonkan diri jadi presiden, walaupun belum mendaftar ke KPU setidaknya ada banyak janda-janda yang ingin dicoblos Bang Haji.

Sedangkan aku jangankan jadi presiden, nulis aja tunggu setahun baru bisa nulis lagi itu pun di blog sendiri.

Plok..plokk..plokk..

Nah itu dia kelebihanku, walaupun minim traffic setidaknya aku bisa juga nulis.

Tapi itu tadi apa hasil nyata yang bisa kuberikan ke dunia ini agar orang-orang termasuk Sule (yang menurutku dia mahluk halus - terutama hidungnya) bisa mengatakan 'WOW'.

'nothing'


Trus... Kalau nihil bagaimana?

Apakah aku harus berhenti hidup?

Ah enggaklah... Kontolku masih bisa tegang, ngentotpun masih nikmat kali kurasa...

Pusing amat, yang penting aku bahagia dengan segala kekuranganku terutama kesalahan-kesalahanku dan aku akan terus mentertawainya.










0 komentar:

Posting Komentar

 
;